Pak Eko, demikian panggilan akrab tokoh ini memang luarbiasa. Tokoh yang satu ini seringkali menjadi perbincangan dalam berbagai forum diskusi karena terobosan ilmiahnya yang dianggap “sedikit mbalelo” namun “benar-benar full of mind”.
Eko Budhi Purwanto ,Direktur Utama lembaga Grahita Indonesia ini mungkin menjadi salah satu psikolog di Indonesia yang memiliki cakupan pelayanan yang terluas. Sejak penelitian ilmiah yang dilakukannya pada tahun 1996, beliau terus aktif mengadakan pelayanan psikologis terhadap masyarakat luas dari berbagai kalangan.
Berikut ini hasil wawancara Yonas Triyanto, reporter Batubita Media pada suatu kesempatan pada bulan Januari 2009 yang lalu.
Bagaimana bapak bisa begitu concern terhadap pelayanan psikologis terhadap masyarakat bahkan pada kelas yang paling bawah sekalipun,sementara secara umum dapat dipastikan bahwa melayani masyarakat ekonomi menengah ke atas jauh lebih memberi peluang…..
Peluang pelayanan yang paling besar justru ada pada masyarakat bawah. Walau berbagai tantangan seringkali membuat diri kita kecil hati, namun bila memang ingin melayani maka masyarakat bawahlah yang lebih membutuhkan pelayanan itu… Dan berkah Tuhan itu selalu akan diberikan pada siapapun yang memang secara tulus mengabdikan dirinya.
Apa yang mendasari keterlibatan pelayanan bapak selama ini?
Saya hanya berfikir bahwa manusia terlanjur lebih senang mengaburkan antara hal yang baik dan yang buruk dalam kehidupan ini, padahal perbedaan itu sudah sangat jelas dan begitu sederhana. Manusia juga memiliki kecenderungan untuk tidak mau menerima masukan orang lainnya.
Kenyataan itu membuat saya miris, dan saya berfikir harus ada tools yang mampu menjembatani persoalan itu… Maka kemudian serta merta saya melakukan banyak kajian ilmiah terutama berkaitan dengan conditioning, sub-consciousing dan metode projektif.
Kami dengar bapak juga merintis sebuah TV Komunitas berbasis Budaya Jawa…. Bagi masyarakat luas kegiatan ini menjadi aneh karena lagi-lagi prospeknya kan menjadi tidak menentu.
Sekali lagi, saya sejak kecil selalu didik oleh orang tua saya untuk tetap bisa memisahkan antara pengabdian pelayanan dengan sebuah usaha komersial, walaupun selalu ada kemungkinan pergeseran maknanya.
Saya memang sedang merintis sebuah jalan tol bagi sirkulasi budaya Jawa yang sebenarnya lebih mendunia daripada bahasa Indonesia (menurut saya).
Bayang Reka TV telah dirintis dengan modal yang serba pas-pasan, namun memiliki Mega-Content….. yang memberi kesempatan dan peluang yang besar bagi perkembangan budaya jawa (termasuk bahasa Jawa) yang justru dianggap sebagai bahasa under-marginal oleh pemiliknya sendiri. MINIMAL content ini yang menjadi soko guru projek ini……Mengenai apakah nanti akan berprospek bisnis… saya kira itu akan berproses sejalan dengan waktu di kemudian hari…..
Pertanyaan kami yang terakhir pak… Oleh beberapa kalangan praktisi psikologi bapak sering dianggap sebagai “Psikolog Kontemporer yang Mbeling” bagaimana bapak mensikapi hal tersebut?
Saya kira semua orang berhak mengeluarkan pendapat. Bagi saya apapun julukan yang diberikan kepada saya memiliki makna perhatian yang begitu besar terhadap aktivitas yang saya lakukan selama ini. Sangat jarang manusia menerima sebuah proses dalam mensikapi suatu penemuan baru, sehingga yang terlihat adalah ketidak sempurnaannya. Kalau boleh saya meminjam istilah Sdr. Garin Nugroho… suatu hal yang baru memang akan berproses dari ketidak sempurnaan. Sepeda ketika pertama kali ditemukan juga tidak sesempurna yang sekarang.. itu contohnya.
Yang paling penting bagi saya adalah bahwa kembelingan saya selalu bermuara pada kebaikan bagi orang banyak.. karena disitulah kehebatan ilmiah bisa benar-benar diperlihatkan.
Karena kebukan beliau maka wawancara hanya bisa kami rilis sampai disini.
Demikian wawncara kami dengan tokoh idola kita kali ini, Bapak Eko Budhi Purwanto, Direktur Utama Grahita Indonesia Inc., yang sekaligus juga Direktur Utama Batubita Inc. dan pemilik TV Komunitas Budaya Jawa Bayang Reka TV.